Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Bosan Dengan Air Putih

Posted: 6 September 2010 in Kesehatan

Liputan6.com, Canberra: Air putih merupakan kunci utama hidup sehat. Minum enam gelas air putih setiap hari dapat mencegah Anda terkena penyakit, serta mengurangi kerutan. Air putih bahkan dapat meningkatkan metabolisme. Namun apabila bosan dengan air putih, Anda juga bisa mencoba minuman lain.

1. Orange juice atau jus jeruk mencegah penyakit jantung. Antioksidannya membantu melindungi jantung anda dengan memerangi peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

2. Teh Chamomile dapat membuat anda rileks. Orang yang menenggak ekstrak chamomile setiap hari selama dua bulan merasa tingkat kecemasan di dalam dirinya berkurang.

3. Jus cranberry dapat mencegah penyakit gusi dan infeksi saluran kemih. Senyawa alami dalam buah ini dapat mencegah penyakit gusi dengan mencegah bakteri yang datang dari mulut.

4. Susu cokelat memberikan kandungan besar karbohidrat dan protein. Minuman ini membantu Anda memulihkan diri setelah latihan. Atlet yang meminumnya pasca-latihan mengurangi tingkat kerusakan otot setelah latihan daripada mereka yang hanya minum air putih. Hal ini merupakan penelitian yang dilakukan American College of Sports Medicine di Seattle.

5. Teh hijau dapat menjaga berat badan Anda tetap stabil. Polyphenol dalam minuman ini membuat metabolisme di dalam diri Anda. Selain itu kandungan dalam teh hijau membuat lebih mudah untuk membakar lemak dalam tubuh. Antioksidan dalam teh hijau dapat mengurangi risiko terkena kanker dan penyakit jantung.

6. Jus tomat dapat menurunkan risiko kanker di dalam tubuh anda. Kandungan dalam buah ini sarat vitamin dan lycopene, melindungi dari kanker.

Iklan

Bahaya Menahan Buang Air Kecil

Posted: 6 September 2010 in Kesehatan

By Pipiet Tri Noorastuti – Senin, 16 Agustus

VIVAnews – Apakah Anda sering menahan buang air kecil? Malas beranjak dari tempat duduk, atau toilet umum yang jorok menjadi alasan umum menahannya. Jangan membiasakan kebiasaan menahan buang air kecil. Bukan hanya ancaman menderita batu ginjal, tapi juga meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran kemih. Suzanne Merrill-Nach, dokter ahli kebidanan di San Diego, memeringatkan bahaya itu. “Buang air kecil akan membersihkan kandung kemih dari bakteri yang berkembang biak di urin,” katanya seperti dikutip dari laman Cosmopolitan. Artinya, mengabaikan hasrat buang air kecil ke toilet akan menyuburkan perkembangbiakan bakteri di dalam kandung kemih. Inilah yang potensial menimbulkan infeksi saluran kemih. Menahan buang air kecil juga tidak boleh dilakukan menjelang berhubungan seksual. “Ketika kandung kemih penuh, saluran uretra lebih terbuka sehingga memudahkan masuknya bakteri dari organ intim. Ketika bakteri masuk, terjadilah infeksi saluran kemih,” ujarnya. Menahan buang air kecil juga mengakibatkan gangguan pompa kandung kemih. Itulah usai menahannya, urin tak bisa tuntas dikeluarkan. Orang menyebutnya anyang-anyangan. Jangan sepelekan kondisi ini, karena sisa urin yang sulit keluar juga potensial memicu infeksi saluran kemih. Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan ginjal. Cairan berupa bahan terlarut sisa metabolisme seperti urea, garam terlarut, dan materi organik, ini akan dikeluarkan tubuh melalui proses saluran kemih. Menahannya keluar akan membuat ‘sampah’ terlarut itu mengendap dan mengganggu fungsi kandung kemih dan ginjal. (pet)

Bahaya Es Teh Bagi Ginjal

Posted: 1 September 2010 in Kesehatan

VIVAnews – Siapa tak suka minum es teh? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat es teh menjadi minuman favorit di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas es teh terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon es teh kemasan, “Apapun makanannya, minumnya tetap es teh.”

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. “Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk,” kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. “Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal,” kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

Agar Tetap Energik Selama Puasa

Posted: 11 Agustus 2010 in Kesehatan

VIVAnews – Puasa atau tidak makan dan minum selama 12 jam di bulan Ramadan bukan berarti Anda tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Selama menjalankan ibadah puasa, jumlah asupan makanan berbeda dengan energi yang dikeluarkan.

Agar tak kehabisan energi selama menjalankan puasa ada beberapa kiat agar tubuh tetap fit selama berpuasa seperti dikutip dari Daffodil.

1. Niat

Motivasi atau niat menjalankan puasa ternyata berpengaruh pada kondisi tubuh melalui pusat pengatur di otak. Kadar asam lambung orang yang berniat puasa lebih rendah daripada orang yang kelaparan hingga lebih sanggup menahan lapar hingga saat berbuka.

2. Asup menu bergizi

Konsumsi menu bergizi saat sahur dan berbuka sebagai sumber energi di siang hari. Jangan lupa asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral seimbang dalam setiap menu.

3. Makan sahur

Sahur berfungsi sebagai cadangan energi dalam aktivitas keseharian. Tidak sahur meningkatkan risiko terjadinya penurunan gula darah yang menyebabkan tubuh cepat lesu, loyo dan mudah marah.

4. Perbanyak minum air putih

Sejak berbuka hingga masuk sahur, banyak  minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Ini memberi tubuh waktu untuk menampung dan mengonsentrasikan cairan tubuh bagi keperluan saat menjalankan puasa.

5. Hindari makanan dan minuman terlalu banyak gula

Makanan dan minuman yang terlalu manis memicu tubuh memproduksi insulin dan cepat menimbulkan rasa lapar, lemas dan lesu. Saat makan sahur, perbanyak protein dan serat yang bertahan lebih lama dibanding jenis makanan lainnya.

6. Segera berbuka puasa pada waktunya

Pada  saat berbuka awali makanan atau minuman hangat dan manis, seperti kolak atau kurma. Tetapi hindari minuman yang terlalu manis seperti soda atau minuman yang terlalu dingin karena akan membuat perut kembung. Setengah hingga satu jam kemudian, santap makanan secara bertahap agar tidak membebani pencernaan. Perbanyak buah dan sayuran.

7. Berolah raga ringan-sedang

Salah satu penyebab cepat lelah saat puasa adalah berolahraga di pagi hari. Namun, berolahraga ringan 1-2 jam sebelum berbuka meningkatkan vitalitas dan kebugaran.

8. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Saat menjalankan ibadah puasa, kegiatan makan dan minum di siang hari berhenti total. Sehingga, produksi kelenjar air liur berkurang dan mulut menjadi cepat asam dan berbau. Karenanya,  dianjurkan segera menggosok gigi sehabis makan sahur agar sisa-sisa makanan tidak membusuk di rongga mulut.

Selamat puasa!

Bagi Anda yang doyan dengan camilan, kini tak perlu lagi takut gemuk.

VIVAnews – Biasanya, hal pertama terlintas di benak saat mendengar kata ‘diet’ adalah porsi kecil atau makanan hambar. Hal ini disebabkan, sejumlah program diet menyarankan agar mengurangi porsi makanan atau menghindari garam dan lemak.

Namun, seorang ahli kebugaran yakin, tak selamanya konsep diet mengerikan akan terus dilakukan banyak orang. Bagi Anda yang doyan dengan camilan, kini tak perlu lagi takut gemuk. Sebab, konsep ngemil makanan secara teratur sepanjang hari justru bisa menyusutkan berat badan.

Kedengarannya mungkin cukup aneh. Namun, seperti dikutip dari laman Times of India, ngemil bisa menjadi cara baru alternatif menurunkan bobot tubuh. Apa saja alasannya?

– Camilan meningkatkan metabolisme

Sebuah rencana diet pasti bertujuan untuk mendapatkan berat badan ideal. Dengan begitu, metabolisme tubuh juga meningkat. Namun, ketika Anda merasa lapar umumnya metabolisme juga akan terganggu.

Saat tubuh merasakan kekurangan makanan, ngemil satu atau dua biskuit tidak jadi masalah. Cara ini bisa membuat tubuh menyimpan lemak, sebagai cadangan energi agar metabolisme tubuh tidak turun.

Menurut ahli gizi Mumbai, Richa Anand, “Ngemil di sela-sela waktu makan justru bisa membuat tubuh membakar kalori lebih banyak per jam.”

Anand menambahkan, ngemil sebagai selingan di antara waktu makan dapat membuat sistem pencernaan Anda bekerja teratur. Kondisi inilah yang mempertahankan metabolisme tubuh.

– Ngemil dapat mengurangi porsi makan ‘besar’

Menyantap makanan ringan beberapa jam setelah makan ‘besar’, membantu mencegah makan terlalu banyak saat jadwal makan berikutnya.

Misalnya, jika Anda berencana makan siang bersama teman-teman, usahakan makan camilan 1-2 jam sebelumnya. Cara ini bisa mencegah Anda menyantap makan siang dengan porsi besar. Dengan demikian, secara signifikan menurunkan asupan kalori dan lemak. Itu sebabnya para ahli menyarankan minum air secukupnya sekitar 30 menit sebelum makan ‘besar’.

Apa jenis camilan yang tepat?

Ngemil tidak berarti Anda duduk dengan sekotak kue cokelat kaya lemak, atau minuman bersoda yang mengandung kadar gula tinggi. Anda perlu camilan yang memberikan nutrisi cukup dan memuaskan rasa lapar Anda pada waktu sama.

“Kacang-kacangan adalah pilihan terbaik, karena jenis makanan ini tetap bisa membuat Anda merasa kenyang dalam waktu lama. Buah-buahan dan sayuran adalah makanan terbaik untuk camilan,” kata Richa. Sementara roti gandum utuh dan yogurt adalah pilihan lain.

Perlu diketahui, ide ini adalah untuk meningkatkan metabolisme Anda, bukan menambah kalori yang dikonsumsi. Sebagai aturan ngemil yang sehat disarankan Anda mengonsumsi camilan pertengahan pagi hari dengan kadar kalori 50-200 kalori. Takaran camilan sore sekitar 200-250. Kebiasaan ini dapat membuat Anda makan malam dengan porsi sedikit,” ujar Richa menyarankan.

VIVAnews – Memiliki tubuh langsing bukan jaminan sehat. Menurut penelitian British Medical Research Council, orang yang memiliki tubuh langsing bisa memiliki level lemak yang sangat tinggi dalam tubuhnya.

Dengan alat pemindai Magnetic Resonance Imaging (MRI), tim yang terdiri dari para dokter memperlihatkan kadar lemak tinggi di sekitar jantung, liver, ginjal dan pankreas pada sejumlah orang yang memiliki tubuh langsing. Mereka yang sering disebut ‘si kurus berlemak’ ini juga memiliki risiko gangguan kesehatan yang tinggi.

“Lemak yang kita lihat pada orang gemuk adalah lemak subkutan. Tetapi, yang lebih berbahaya adalah lemak yang tidak bisa dilihat kasat mata yaitu lemak visceral. Lemak tersebut mengelilingi organ vital,” kata Dr Ron McCoy, juru bicara dari Royal College, Australian GPs, seperti dikutip dari Idiva.

“Lemak visceral akan di proses oleh hati, yang mengubahnya menjadi kolesterol. Kolesterol beredar dalam darah dan dapat menumpuk di arteri, membuat penyakit jantung dan tekanan darah tinggi,” Ron menambahkan.

Lemak visceral juga dipercaya memproduksi hormon dan protein daripada lemak subkutan. Selain itu, juga mempengaruhi tingkat glukosa dan menyebabkan diabetes tipe 2 serta masalah kesehatan lainnya seperti penyakit kardiovaskular.

Penyebab banyaknya timbunan lemak pada tubuh si kurus ternyata disebabkan karena kurangnya olahraga. “Jika tubuh tidak bergerak, metabolisme terhambat sehingga lemak menumpuk,” kata Sam Mower, pelatih fisiologis.