Archive for the ‘Dunia Kerja’ Category

VIVAnews – Lupakan pil atau makanan diet berharga mahal. Cara paling aman dan murah serta sederhana untuk menurunkan berat badan adalah minum dua gelas air putih sebelum makan.

Orang yang minum dua gelas air sebelum makan, berat badannya lebih banyak berkurang dibandingkan mereka yang menghitung jumlah kalori. Meskipun beberapa jenis obat bisa memotong kemampuan tubuh untuk menyerap lemak dengan membuat otak merasa kenyang, air hanya mengisi perut.

Peneliti dari Amerika Serikat membandingkan orang berdiet dengan minum air sebelum makan dan yang benar-benar memperhatikan asupan makanan dan kalori dalam tubuhnya. Selama tiga bulan, orang yang minum dua gelas air sebelum makan, berat badannya turun rata-rata 7 kg, dan 2kg lebih banyak dibandingkan yang tidak minum air.

“Seseorang harus minum lebih banyak air putih dan mengurangi gula. Itu adalah cara paling sederhana mengatur berat badan,” kata salah satu peneliti, Dr. Brenda Davy, dari Virginia Polytechnic Institute and State University, seperti dikutip dari Daily Mail.

Dalam penelitian sebelumnya, Dr, Brenda menemukan seseorang yang minum air akan makan 75 hingga 90 kalori lebih sedikit. Air putih memang memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah untuk menurunkan berat badan secara sehat. Jika perut Anda penuh dengan air, maka perut akan terasa lebih penuh dan makan pun menjadi lebih sedikit.

Iklan

Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.

VIVAnews – Banyak orang frustasi lantaran tidak kunjung mendapat pekerjaan. Padahal mereka sudah merasa berusaha maksimal. Seketika, Anda mungkin menganggap diri tidak pernah beruntung dan selalu bernasib buruk.

Salah seorang psikolog mengatakan, keberuntungan berkaitan dengan cara berpikir dan bagaimana seseorang memandang hidup ke depan. Seperti pepatah lama, “Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.”

Berikut rahasia sukses para pencari kerja:

1. Percaya diri sebagai seorang ‘lucky person’
Berpikirlah positif dan selalu optimis. Ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pola pikir yang benar dan bisa meraih keberuntungan bagi si pencari kerja. Anda harus benar-benar percaya bahwa hal-hal yang baik akan terjadi. Jangan terlena dengan pikiran negatif.

“Jika Anda yakin beruntung banyak waktu, Anda akan cenderung untuk memperlihatkan perilaku yang membuat orang lebih responsif terhadap Anda,” ujar Martin Seligman, profesor psikologi di University of Pennsylvania dan penulis buku ‘Authentic Happiness’.

2. Anggap diri sebagai seorang istimewa
Jika terus-menerus membandingkan hidup Anda dengan orang lain. Pertimbangkan hal berikut: Hanya karena seseorang mungkin memiliki nasib baik (misal memenangkan lotere atau mendapatkan pekerjaan) itu tidak berarti kebahagiaan terjamin.

Pepatah mengatakan, “Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau.” Tapi ada hal yang selalu harus diingat, hanya karena sesuatu yang mungkin tampak besar bagi seseorang, itu bukan berarti akan menjadi hal yang juga baik untuk Anda. Anda harus membuka jalan Anda sendiri, bukan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.

3. Belajar kendalikan emosi
Waspadalah dengan kondisi emosi Anda. Emosi negatif bisa menghambat keberuntungan karena bisa memicu kebencian, amarah, cemburu, atau rasa malu. Hal ini justru akan menghambat Anda mendapatkan bantuan atau kerja sama dari orang lain.

Belajarlah mengendalikan emosi negatif yang muncul demi menciptakan rasa lebih optimis, percaya diri, dan ekstrovert. Dengan begitu, semua orang yang tertarik membantu Anda akan berpikir bahwa Anda memiliki kepribadian yang menarik.

4. Berpikir terbuka dan perluas pergaulan
Cobalah selalu berpikir terbuka terhadap segala peristiwa. Lihat setiap kejadian sebagai situasi yang potensial untuk meningkatkan keberuntungan. Misalnya, saat melakukan percakapan dengan seseorang yang duduk di sebelah Anda di pesawat, dapat membuka jaringan kerja. Atau bergaulah dengan kelompok sosial yang berbeda.

“Selalu menjadi orang yang terbuka dalam pergaulan dan bersiaplah untuk membuat kesalahan,” kata John Krumboltz, profesor pendidikan di Universitas Stanford. “Dengan begitu, Anda akan mendapatkan lebih banyak pegalaman hidup.”

• VIVAnews

Tiga perempat karyawan menganggap penting mengetahui gaji orang lain.

VIVAnews – Membandingkan-bandingkan jumlah penghasilan dengan rekan sekantor atau anggota keluarga bisa menyebabkan perasaan tidak bahagia yang memicu stres.

Studi menganalisa data 19 ribu responden dari 24 negara di Eropa menemukan tiga perempat karyawan menganggap penting mengetahui gaji orang lain dan membandingkan pendapatan mereka dengan orang lain.

Para peneliti dari Paris School of Economics menemukan orang yang membanding-bandingkan gaji mereka dengan orang lain lebih cenderung tertekan dan merasa tidak bahagia.

Responden menunjukkan, makin tinggi kedudukan orang yang menjadi pembanding, makin rendah peringkat mereka terhadap kehidupan dan taraf hidup sendiri. Tidak ada perbedaan antara jenis kelamin pada saat membandingkan gaji dengan orang lain. Studi yang dimuat dalam Economic Journal menemukan bahwa masyarakat miskinlah yang paling terkena dampaknya.

Yang lebih mengejutkan, membandingkan gaji dengan rekan kerja paling berbahaya, karena dua kali lebih menimbulkan perasaan stres dan frustasi. “Menakar gaji sendiri dengan gaji rekan kerja meningkatkan ekspektasi mengenai prospek pendapatan potensial di masa depan,” ungkap pemimpin studi, Profesor Andrew Clark seperti dilansir dalam laman BBC.

Profesor Cary Cooper, Pakar Psikologi di Lancaster University Management School, mengatakan jenis orang yang terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain cenderung tidak yakin pada diri mereka sendiri.

“Perbedaan gaji di antara teman sekolah atau universitas sangat merusak. Karena Anda berpikir,  Anda dan teman Anda memiliki kesempatan sama, dan ternyata rekan Anda memperoleh sesuatu yang lebih baik. Akhirnya Anda menganggap diri tidak kompeten,” katanya. (adi)

• VIVAnews

Daya Tarik Wanita Sukses

Posted: 30 Juli 2010 in Dunia Kerja

Untuk sukses dalam kehidupan, wanita bukan hanya butuh kepintaran dan kecantikan.

VIVAnews – Untuk sukses dalam kehidupan, wanita bukan hanya butuh kepintaran dan kecantikan. Menurut sosiolog asal Inggris, Catherine Hakim dari London School of Economics, yang paling dibutuhkan wanita untuk sukses dalam dunia modern seperti sekarang adalah “erotic capital” atau modal erotis atau sensualitas, seperti dikutip dari Genius Beauty.

Menurut Hakim, modal erotis atau sensualitas ini terdiri dari kompetensi seksual dan keterampilan sosial yang sangat baik. Ia mencontohkan wanita yang memiliki modal ini adalah Madonna. Dengan suara rata-rata, gigi yang tidak terlalu bagus, dan bentuk tubuh seperti pria, tetapi menjadi salah satu wanita yang paling sukses dan menarik. Kurangnya kecantikan yang dimiliki, justru membuat pribadinya lebih menarik dan menonjol.

Orang yang tidak memiliki penampilan menarik cenderung untuk mengembangkan kualitas pribadinya dan membuatnya terlihat menonjol. Uma Thurman pernah mengatakan, kecantikan bukan selalu menjadi hal utama, wanita perlu mengembangkan kecerdasan, rasa percaya diri dan keterampilan sosial.

Sosiolog juga mengamati bahwa orang-orang dengan modal erotis tinggi lebih mungkin untuk mempertahankan pekerjaan mereka atau mendapatkan pekerjaan baru dan mungkin lebih baik dalam situasi ekonomi yang buruk. Jadi, mulai sekarang kumpulkan modal erotis Anda. (umi)

• VIVAnews

Ternyata penampilan salah bisa jadi salah satu penyebab Anda tak dapatkan pekerjaan idaman

VIVAnews – Penampilan adalah nomor satu. Terutama, saat Anda akan menghadapi wawancara kerja. Perlu Anda ingat, penampilan bisa ‘menjual’ diri Anda saat melamar sebuah pekerjaan.

Walaupun keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan dan pengalaman memiliki peringkat tinggi dan dinilai penting untuk mendapatkan sebuah poisisi atau jabatan, namun penampilan juga cukup mempengaruhi saat proses perekrutan.

Hal utama yang perlu diperhatikan saat proses awal perekrutan justru adalah masalah penampilan dan lebih khususnya lagi adalah cara Anda berpakaian.

Menurut sebuah studi yang dilakukan Frank Bernieri, Ph.D., profesor psikologi di Universitas Negeri Oregon menyatakan, dalam waktu 10 detik pertama setelah wawancara dimulai, pewawancara Anda sudah bisa memutuskan apakah Anda layak bekerja di perusahaan tersebut.

Bagi Anda yang tampil dengan polesan make-up berwarna natural dan berpenampilan menarik cenderung mendapatkan peluang lebih besar ketimbang mereka yang datang dengan penampilan ‘ala kadarnya’.

Menurut Bernieri, berpakaian dengan cara salah setara dengan yang terburuk, dan ini sama halnya Anda telah melakukan kecerobohan sosial, misalnya menggigit kuku selama wawancara.

Dan, berdasarkan penelitian terbaru, tingkat pengangguran untuk wanita usia di atas 20 tahun adalah 7,9%. Data yang diperoleh dari US Bureau of Labor Statistics ini menunjukkan, perlu kompetisi tersendiri yang harus memberikan dorongan para peserta wawancara untuk mengubah penampilan agar lebih menarik.

Bernieri pun menyarakan, pakaian terbaik untuk Anda kenakan saat wawancara adalah busana yang konservatif. Dengan berpakaian konservatif berarti Anda peduli pada dua dimensi yang berbeda. Pertama, Anda berusaha, Kedua, Anda membuat upaya untuk tidak menyinggung perusahaan yang dituju. Ketiga, Anda sopan dan terhormat.”

Hal senada juga diungkapkan Kim Zoller, pendiri dan presiden dari Image Dynamics, “Kesalahan paling umum di antara para kandidat saat wawancara yakni tidak berpenampilan yang semestinya. Banyak para peserta wawancara yang hadir mengenakan pakaian terlalu ketat dan berpenampilan kasual. Ini membuat Anda terlihat malas atau ceroboh.”

Zoller juga menambahkan, jika tidak berpakaian dengan baik, Anda dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar, tapi peluang akan mengecil jika Anda mulai dibandingkan dengan kandidat lain yang berpenampilan lebih baik.

• VIVAnews

Siapa tahu Anda bisa mengolah hobi menjadi bisnis menguntungkan.

VIVAnews – Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-6 pada 14 Februari 2010, Entertainment X’enter (e’X) menyelenggarakan serangkaian acara yang menarik. Yaitu kampanye ‘The Young and Restless’.

Acara tersebut merupakan rangkaian diskusi berbagai tema yang berlangsung selama enam hari, 14-19 Februari 2010. Cocok bagi Anda yang ingin menjadikan hobi sebagai mata pencaharian. Diskusi terdiri dari enam  tema yaitu fotografi, dunia informasi teknologi, fashion, animasi dan musik dan disampaikan oleh narasumber yang kompeten.

Jerry Aurum akan membagi ilmunya di bidang fotografi, pada 14 Februari. Untuk bidang animasi Anda bisa mendapatkan ilmu dari Beni Rahardian pada 15 Februari. Sedangkan, dalam bidang film ada Joko Anwar yang akan berbagi pengalamannya pada 16 Februari.

Dani Pete yang merupakan manajer Gigi dan Samson juga akan berbagi ilmu manajemen musiknya pada 17 Februari. Dan dalam bidang informasi teknologi, Danny Wirianto dari Kaskus akan membagi pengalamanya pada 18 Februari. Nah, bagi Anda pencinta fashion, Stella Rissa juga akan membagi ilmunya pada 19 Februari.

“Rangkaian acara tersebut dilakukan bekerjasama dengan Bina Antarbudaya Chapter Jakarta, agar anak-anak muda memiliki kegiatan positif yang berguna untuk masa depannya,” kata Chorie Arland, marketing communications Plaza Indonesia pada Kamis, 11 Februari 2010.

“Melalui diskusi atau sharing session ini, kita ingin membentuk anak-anak muda yang memiliki hobi tertentu dapat mengembangkannya dan menjadikannya sumber penghasilan. Jiwa wiraswasta dan pemimpin masa depan juga bisa dibentuk melalui diskusi-diskusi positif seperti ini,” ujar Chico Hindarto, Ketua Yayasan Bina Antarbudaya, Jakarta.

Untuk bisa berdiskusi langsung dan mendapatkan ilmu dari para pakar, Anda bisa langsung datang ke e’X, Jakarta dengan membayar Rp 50.000. Untuk puncak perayan ulang tahun akan dilaksanakan pada 20 Februari 2010, dengan menghadirkan RAN, Pasto, Cindy Bernadette, JFlow, Ras Muhammad dan penampilan DJ.

• VIVAnews

Belajar Mencintai Pekerjaan

Posted: 30 Juli 2010 in Dunia Kerja

Yang kerap dijadikan alasan adalah soal gaji yang terlalu kecil. VIVAnews – Beberapa rekan mengaku sangat mencintai karier yang sedang mereka jalani. Tetapi, banyak juga yang merasa sangat tertekan dengan pekerjaan mereka. Yang kerap dijadikan alasan adalah soal gaji yang terlalu kecil. Tidak sebanding dengan waktu yang banyak terbuang, tenaga yang terkuras. Bisa juga karena tidak adanya asuransi kesehatan, atau sikap bos yang arogan. Jika merasa tidak nyaman dengan pekerjaan, lakukan perubahan segera agar apa yang Anda lakukan tidak sia-sia. Belajar mencintai pekerjaan yang Anda jalani adalah salah satu pilihan. Cobalah tips dari Divine Caroline berikut. 1. Ubah pola pikir Apa yang paling mengganggu soal pekerjaan Anda saat ini? Apakah perangai bos atau suasana kerja yang buruk? Jangan membiarkan kondisi eksternal mempengaruhi kebahagiaan pribadi. Tanyakan dalam hati mengapa atasan membuat Anda merasa tidak nyaman bekerja? Atau apa kondisi kantor yang membuat Anda tidak nyaman? Tulis beberapa jawaban yang mungkin dari pertanyaan ini. Selanjutnya, sadari bahwa ketidaknyamanan berasal dari reaksi diri sendiri karena terjebak pikiran bahwa bos melakukan hal salah. Tetapi ingat, mustahil mengubah perangai atasan. Yang paling realistis adalah mengubah perspektif dan reaksi sendiri. Caranya, camkan bahwa atasan mungkin tidak mengetahui ada hal yang lebih baik. 2. Bersenang-senang dengan pekerjaan Masukkan beberapa hal kecil agar memberi rasa nyaman saat bekerja. Misalnya, bawa foto-foto anak dan suami, atau selalu sertakan pena kesukaan saat hari-hari sibuk di kantor. Jangan biarkan diri terjebak dalam stres akibat pekerjaan dan rutinitas kantor. Makan siang atau minum kopi bersama teman bisa membantu melepas penat akibat lelah bekerja. 3. Istirahat Ambil jeda dan beristirahatlah sebentar. Istirahat selama lima belas menit, 30 menit atau selama jam makan siang merupakan cara terbaik untuk melepaskan penat dan mengumpulkan kembali energi positif. Makan siang sambil berjalan-jalan di tempat yang menyenangkan akan memperbaiki mood dan Anda siap bekerja kembali setelahnya. 4. Cari bantuan Cobalah meminta pendapat orang di luar lingkungan kantor. Ia mungkin dapat memberikan perspektif berbeda, yang mungkin tidak Anda sadari selama ini. Orang luar biasanya membaca situasi lebih objektif dan bisa memberi masukan berguna. Berdiskusi dan berbagi dengan orang lain akan memberi kedamaian di tengah kepenatan bekerja. Jangan mudah mengambil keputusan untuk resign dan mencari pekerjaan baru, sebelum menemukan penyebab ketidaknyamanan yang Anda rasakan selama ini. Sebab jika tidak, di tempat yang baru pun Anda akan cenderung menghadapi masalah ketidaknyamanan yang sama. Setelah berhasil berdamai dengan pekerjaan Anda sekarang, mungkin saatnya mencari apa yang sebenarnya pekerjaan yang Anda cintai dan inginkan.